Sekumpulan Manusia

Assalamualaikum Wr.Wb

Saya pribadi tidak ingin melihat tayangan TV diisi oleh “perilaku terbalik” para seniman/artis pria yang “kewanita-wanitaan”. Akan tetapi, video ini membuka mata saya tentang adanya jenderal Gereja Setan. Saya tidak menyangka bahwa ritual dan pengikut satanisme juga ada di Jakarta yang mirip dengan ritual penyembahan setan di luar negeri yaitu meminum darah bayi/anak hasil aborsi. Semoga keimanan Mongol pada Tuhan semakin teguh karena bertobat dari satanisme.

Tentang sekumpulan manusia. Maniak darah bayi. Pemuja LGBTQ, feminisme dan lingkungan hidup. Yang sejatinya justru merendahkan manusia, menganggap rendah wanita dan lupa akan sampah masker. Mereka lah akar permasalahan. Akan dunia yang semakin rusak. Lengkap dengan segala kepalsuan sistem yang telah mengakar. Karena ini bukan juga tentang manusianya, tetapi tentang apa yang disembah. Yaitu para malaikat yang jatuh nan sombong. Dan sanggup mengabulkan segalanya. Asalkan dengan pertaruhan nyawa, katanya. Tuhan pasti cemburu, saat melihat kelakuan hamba-Nya. Yang ternyata menduakannya, dengan makhuk lain. Iblis lah, setan lah, jin lah. Alamak, kapan manusia sadar dari sistem palsu ini? (Bait I)

Tentang sekumpulan manusia. Yang tak memiliki nurani sama sekali. Menyiksa banyak bayi dan anak-anak seantero bumi. Hanya demi mencicipi darah bayi. Demi segalanya. Demi segala kemelekatan dunia dan apapun yang kau inginkan, di dunia. Ada sejumput cerita. Akan hadirnya sosok penyelamat. “Lalu, kapan?,” tanyaku pelan. Karena aku ingin melihat, sejatinya ingin melihat dan terus memimpikan, akan kehidupan tanpa New World Order. Tanpa sebuah sistem yang rusak. Hati mereka mati. Meniadakan bahkan mencaci Tuhan nya. Alamak, sombong sekali mereka ini? Lupa dengan balasan perbuatan, ya? Bukankah semua perbuatan akan dibalas nantinya? You reap what you sow, katanya… (Bait II)

Tentang sekumpulan manusia. Dengan prinsipnya, katanya, Keseimbangan Segitiga. Yaitu Penciptaan, Pemeliharaan dan Penghancuran. Apalagi yang ingin mereka lakukan, tuk menghancurkan dunia, di tengah kekacauan plandemi ini? Oh Tuhan, apalah arti diriku ini. Si manusia sejumput yang tak memiliki kuasa. Tak mampu mengubah keadaan dan meniadakan manusia manusia biadab pemuja malaikat jatuh itu. Apalah arti kami, manusia pada umumnya, dibandingkan mereka. Yang sanggup menguasai bumi dengan segala macam pertemuan tersembunyi dalam secret society nya masing-masing. (Bait III)

Tentang sekumpulan manusia. Yang menyisipkan kode-kode tersembunyi, di hampir semua produk industri hiburan. Sebutkan lah, macamnya. You name it, film, drama, iklan, lagu, tren anak muda, tren di media sosial hingga baju. Kapan lagi, zaman melihat kebaikan? Kapan? Saat di sekitar hanya berisi kode-kode tersembunyi. Berupa persembahan kepada selain diri-Nya. Oh Tuhan, cemburu kah, Engkau? Saat para mahklukmu itu justru menjadi perusak bumi? Untuk apa, Engkau menciptakan manusia biadab macam mereka? Orang-orang macam apa mereka itu? Yang melanggengkan umur panjang, kekuasaan,kepintaran, kecanggihan, kekayaan, status dan jabatan dengan menyiksa anak-anak dalam jaringan perdagangan anak global, melalui kontainer, misalnya? Sudah berapa banyak korban pedofilia akibat kekejaman selama ini? Selama ini? “Kelam sekali,”pikirku.(Bait IV)

Tentang sekumpulan manusia. Yang merencanakan plandemi sejak lama sekali. Lama-lama sekali. Karena mereka teramat haus darah, melihat depopulasi manusia global. Dalam Agenda-21. Apalah yang tersisa, dari kami ini? Maka, lekatkanlah hamba ini, dalam melihat perjuangan global. Tuk menyebarkan energi baik ke seantero bumi. Meleburkan bumi dalam kebaikan saja. Dan, membuang, para manusia biadab dan super laknat macam mereka. Bergemalah, wahai para almarhum dan almarhumah bayi, seantero jagad. Kirimkanlah tangisan kalian kepada-Nya. Adukan pada-Nya nanti dan hari ini. Tuk menendang mereka dalam neraka kelak. Sungguh ingin kugilas kepala mereka. Elit-elit global penyembah setan. Ingin kutarik helai per helai rambutnya dan kugontokkan ke lantai. Astaghfirullah, jahat sekali diriku ini. Kapan kubisa melihat mereka tiada dari muka bumi ini? “Beserta kematian para penyembah setan seantero jagad”, pikirku. Aamiin. (Bait V)

Agenda-21, The Great Reset. Global Depopulation Agenda. LGBTQ, Paedophillia Party. Ritual perjamuan minum adrenochrome bayi. Apalagi? Apalagi yang ingin mereka lakukan, tuk menghancurkan bumi? Mengadudomba kami sesama manusia? Membodohi kami, para manusia umumnya. Yang akhirnya justru larut. Larut dalam dogma meyakini plandemi. Menjadi budak-budak berjalan. (Bait VI)

Kapan, kapan sejatinya kami, bisa melihat kehancuran New World Order yang sejati? Sementara, para elit-elit global hanya teramat cinta mempermainkan kami, manusia sedunia. Kami, masyarakat dunia, hanya seperti mainan. Kami hanyalah seperti papan catur. Yang bisa diinjak-injak. Ditekan tekan dengan hentakan, semau mereka. Kapanpun. Maka, turut bergembira lah aku dan sedikit kebanggaan. Bisa bersama beberapa ratus atau ribu orang di dunia tidak offline. Yang selalu update, dengan perkembangan rencana dan tindakan elit-elit jahat global itu. Seantero dunia. Berjuang sebisanya. Seadanya yang kami bisa. Meski hanya sekedar berbagi kabar jauh. Hanya sekedar menyebarkan cinta kasih dan memberikan energi baik. Meskipun benakku juga sadar, mungkin ada juga, penyusup dari penganut satanik? Juga, pembenci ketauhidan, kah? Karena kami, umat beragama memang ditasbihkan tak terkalahkan. Karena iman ini, akan selalu digenggam dan terpatri dalam sanubari terdalam. Karena kami mengakui Tuhan dan tak pernah menggantinya, bukan? (Bait VII)

Wahai Rasulullah, kapan sistem palsu itu runtuh? Wahai nubuat Jayabaya, akankah kami hanya tinggal separuh? Seperti layaknya kalimat itu, “Wong Jowo kari separo…” Sehebat inikah, keikhlasan orang jawa, menerima plandemi? Dengan segala pembunuhan berencana dari obat keras dan interaksi antarobat itu. Sesuai yang dijalankan Organisasi berbisa. Oh God, maka itulah takdir kami di depan mata. Semoga zaman tanpa New World Order itu, akan segera tiba, dengan gemilang. Dengan lengkapnya kebenaran.(Bait VIII)

Saya kira hanya umat muslim yang bisa melakukan syirik yaitu dengan bertemu “orang pintar”/paranormal/melakukan ritual tertentu di Gunung, seperti konon di Gunung Kawi sehingga bertemu jin(saya menduga orang pintar adalah perantara berkomunikasi dengan bertemu jin jahat) untuk mendapatkan kekayaan dan status jabatan mentereng. Ritual itu dikenal sebagai pesugihan. Umat yahudi dapat menyembah setan apabila mereka mengikuti ritual setan dan Talmud Babilonia. Ternyata, umat nasrani yaitu kristen dan katolik juga melakukan syirik pada “Tuhan mereka”! Umat katolik pengikut Black Pope atau Black Nobility di Vatikan membunuh anak untuk menyembah setan. Umat nasrani? Menyembah setan entah itu Lucifer, Baphomet atau yang lain. Oalah, ternyata, luar biasa sekali kerusakan manusia di bumi ini!

==============

Behind The Poem~

Bait I : Bait pada puisi ini bercerita tentang sekumpulan elit-elit jahat global penyembah setan yang maniak darah bayi, Pemuja LGBTQ, feminisme dan lingkungan hidup. Paham LGBTQ dan feminis justru merendahkan manusia dan menganggap rendah wanita. Pegiat lingkungan hidup di masa plandemi pun seolah tak pernah bersuara tentang sampah masker. Mereka adalah orang-orang munafik yang sok mencintai lingkungan! Iblis/setan yang disembah berasal dari malaikat yang jatuh dari surga, menurut cerita ajaran nasrani dan islam.

Bait II : Berisi pertanyaan kapan sistem palsu New World Order berakhir? Karena dunia ini sudah rusak diisi orang tak bernurani macam kelompok 1% itu. Para elit-elit jahat penyembah setan ini sombong sekali karena merasa kebal dosa dan lupa bahwa hidup ini berisi pula pembalasan atas perbuatan. Berbuat jahat akan dibalas juga dengan kejahatan. Seperti peribahasa, “You reap what you sow.”

Bait III : Berisi bait yang terinspirasi dari percakapan online antara saya dan seorang anggota club, RC, yang diduga kuat adalah bagian dari kelompok Freemason Cabang Indonesia. Ia merupakan anggota klub di provinsi sebelah. Ia mengemukakan bahwa Kelompok Illuminati memiliki prinsip keseimbangan segitiga yaitu mampu menciptakan, memelihara dan menghancurkan. Jadi, jika plandemi ini In Sha Allah pasti berakhir, manusia 99% harus waspada dengan penghancuran berikutnya.

Bait IV : Banyak produk entertainment diisi dengan kode-kode tersembunyi pada film, drama, iklan, lagu, tren anak muda, tren di media sosial hingga baju. Kode kode tersebut adalah subliminal message yang ditanamkan pelan pelan tanpa sadar ke benak manusia yang menonton. Kode kode tersebut adalah pemujaan dan penyembahan pada setan. Bait ini juga berisi pertanyaan pada Tuhan karena Tuhan sejatinya tidak ingin diduakan. Kemusyrikan atau menyembah selain-Nya adalah hal yang tidak diampuni dalam Islam, meskipun sejatinya, Tuhan Maha Mengampuni, selama hamba-Nya bertobat dan menyesal serta tidak lagi mengulangi. Para elit-elit jahat global dan pengikut penyembah setan memiliki tujuan menyembah setan yaitu agar mendapatkan umur panjang, kekuasaan,kepintaran, kekayaan, status sosial sebagai selebriti dan jabatan mentereng dengan menyiksa anak-anak dalam jaringan perdagangan anak global.

Bait V : Para elit-elit jahat global penyembah setan ini telah merencanakan plandemi sejak lama. Tangisan, yang dimaksud adalah agar tangisan para bayi yang menjadi korban penyembahan setan ini didengar Yang Maha Kuasa. Supaya elit-elit jahat global akan mati dan segera masuk neraka. Kugilas kepala, maksudnya adalah imajinasi untuk menyiksa elit-elit jahat global dan pengikutnya yang masih tersisa di dunia.

Bait VI : Agenda 21 yang dimaksud adalah agenda depopulasi manusia dengan mematikan banyak manusia sesuai Georgia Guidestone termasuk menyebarkan paham LGBTQ. Pengikut setan akan melakukan berbagai ritual ibadah seperti meminum adrenochrome yaitu zat dari darah anak bayi yang takut disiksa sebelum dimatikan kelompok satanis ini.

Bait VII : Kami, manusia sedunia 99%, menurut saya, hanyalah sekedar mainan seperti papan catur bagi para elit-elit jahat global. Saya teramat gembira karena salah satu mimpi saya untuk bergabung dalam kelompok tidak offline yaitu online, terwujud. Saya bisa melihat perkembangan terbaru dari rencana dan tindakan elit-elit jahat global penyembah setan di berbagai belahan dunia. Itu bentuk perjuangan sederhana yang bisa saya lakukan sesuai dengan tujuan dibuatnya blog ini. Bersama mereka, saya juga mengingatkan cinta kasih dan mengirimkan energi baik dari laku ibadah dan spiritual saya. Meskipun mungkin di dalam kelompok kami, ada juga yang mungkin penyusup dari kubu New World Order dan membenci nilai keesaan Tuhan.

Bait VIII : Bait ini berisi pertanyaan, fenomena dan harapan. Pertanyaan kepada Rasulullah dan Almarhum Prabu Jayabaya tentang kapan berakhirnya New World Order dengan sistem palsunya dan apakah plandemi ini hanya akan mengorbankan orang-orang suku Jawa/di pulau Jawa sehingga jumlah kami hanya tinggal separuh atau tinggal sedikit. Fenomena yang dilihat adalah plandemi dimana banyak terjadi pembunuhan berencana yaitu melalui efek negatif interaksi antarobat dan obat keras. Karena daftar obat itu ada dalam panduan pengobatan yang dilakukan jubah putih dari organisasi berlambang bisa.

Wassalamualaikum Wr.Wb

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s