Ada Sebuah Cerita

Assalamualaikum Wr.Wb

QS 29: 64. Surat Al Ankabut ayat 64. Gambar ini adalah salah satu inspirasi puisi kali ini.

Ada sebuah cerita. Tentang sekumpulan manusia. Yang menguasai dunia dari berbagai sisi. Karena mereka, pintar, pintar, super pintar! Dan juga, tentang, kehebatan spiritualnya. Bahkan seolah mampu, menggenggam 99% manusia di tangannya erat-erat. Sangat erat.

Semenjak di masa lalu, kehidupan pun berbalik. Dimana kami menyaksikan segalanya terlihat umum. Terlihat biasa. Tanpa pernah menyadari tentang, tentang, kepalsuan sistem. Sebuah sistem yang semu. Tentang dunia modern yang diciptakan dan dibolak-balikkan sesuai kemauan mereka. Maka, 99% manusia ini hanya menganga. Tak sanggup berkata. Hanya bergeming. Maka, begitulah aku, dulu. Ikut mengagumi sistem modern, yang salah.

Maka, dengan segala waktu tersisa, wahai Tuhan, ingatlah ini, jemariku. Mencoba memberhentikan kemungkaran, sebisanya. Seadanya yang kami bisa. Maka bersama dengan itu, tak pernah lelah, dan tak pernah berhenti, kukirimkan energi baikku, kepada-Mu. Karena sejatinya, Engkau Maha Mengabulkan, Maha Pemurah, Pengasih dan Penyayang, bukan?

Lalu, kapan, sistem modern nan palsu nan semu ini musnah dan runtuh? Tanpa menyakitiku dan kaum 99%. Tanpa perlu terlalu, tertatih tatih. Ingatkah Engkau pada waktu kami ini, sekarang? Saat luapan kepandiran, kepanikan, ketakutan, kecemasan dan kebingungan bergulung menjadi satu. Seperti gulungan ombak di tengah hamparan cahaya langit.  (Kelompok Bait I)

Ada sebuah cerita. Yang selalu kuimpikan. Yang mungkin tak pernah diimpikan dan bahkan diketahui kaum 99% makhuk bumi. Yaitu, dunia tanpa kepalsuan. Tanpa New World Order, satanic cult, kids trafficking dan segala macam cara mewujudkan Agenda-21 –nya. Maka, dalam ‘arena pertarungan’ spiritual religius ini, ‘kan selalu kukirimkan. Energi baik itu ke atas bumi. Menerangi seluruh bumi, dan seisinya. Untuk menghilangkan orang-orang jahat. Untuk meniadakan kepalsuan sistem, yang telah ada.

Kalam-kalam Ilahi, muncullah ke atas dan ke bawah bumi… Mengetuk kehancuran bertubi tubi para penganut iblis. Biarkan mereka tersudut dan kalah dan tak akan pernah bangun lagi. Tolong lah, tolong lah anak-anak itu. Biarkan mereka hidup, selayaknya manusia. Yang bernafas. Hilangkanlah keangkaraan murka, para penghianat dan kaum munafik. Sejelas-jelasnya, maka tunjukkanlah, kehancuran sistem palsu ini, di depan mata kaum 99%.

Supaya nanti mereka sadar. Bahwa dunia ini semu. Hanya sekedar tempat singgah dan bersenda gurau, kata-Mu, dalam kitab suci-Mu.

Wahai Engkau Yang Maha Pemurah dan Penyayang, kasihilah manusia dan seisinya. Yang alfa merawat bumi. Sehingga seperti ini. Bawalah segalanya pergi dengan kemudahan, nanti. Saat hari superbesar itu tiba. Saat seisi angkasa nanti musnah dalam sekali ketukan takdirmu. Maka, izinkan aku, dan yang lainnya, melihat keruntuhan. Melihat kehancuran sistem New World Order dimana-mana. Jangan biarkan kami jatuh tertimpa tangga dan tiang, saat itu semua runtuh. Karena kebanyakan kami, memang tidak tau.

Maka berikanlah penjagaan-Mu, kepada ku, kepada siapapun yang kau kasihi, kepada keluargaku, di sini dan di sana. (Kelompok Bait II)

Ada sebuah cerita.  Yang nanti akan terkenang. Tentang kebodohan manusia 99%. Yang tak menyadari tentang jalan kisah akhir zaman, menuju zaman gemilang sebelum Hari Akhir tiba. Terimakasih, telah membuka nurani dan pikirku, sejauh ini. Terimakasih, telah melihat banyak sekali orang orang baik dan berbagai pihak baik di berbagai negara. Yang sedang meruntuhkan sistem palsu ini. Meskipun itu hanya sekedar, dalam kabar tidak offline.

Untuk kalian, para pemimpin yang telah gugur di tengah kebenaran, semoga selalu dalam ampunan-Nya. Terimakasih, sudah ada banyak sekali orang hebat dan baik, di berbagai negara. Sebuah kebanggaan dan sedikit ketakutan, berada di tengah kalian. Demi membela kehancuran New World Order. Maka, seperti apakah dunia indah setelah ini? Tanpa satanic cult, bilderberg group, skull and bone,illuminati, plandemic dan Agenda-21 nya? (Kelompok Bait III)

Salam 666 dan Organisasi berbisa.

============

Behind The Poem~

Kelompok Bait I : Kelompok Bait I dalam puisi ini bercerita tentang sekumpulan manusia di berbagai belahan dunia yang sangat pintar menguasai dunia yaitu elit-elit global di berbagai secret society, termasuk kelompok illuminati, sebagai perwakilan kelompok elit-elit global yang jahat. Di antara mereka adalah kelompok Freemasonry, yaitu elit elit global yang memiliki kemampuan supranatural dan/supernatural atau spiritual di atas rata-rata manusia. Kelompok yang dianggap sebagai elit-elit global yang “baik”. Elit elit global yang jahat dan baik ini menguasai dunia. Mereka adalah kaum 1% yang mengendalikan segala sistem sedunia dari 99% manusia “bodoh dan atau belum tau”, yang tak mengetahui keberadaan mereka.   Semenjak di masa lalu, diartikan sebagai masa dimana terjadi pencanangan Protocol of The Learned Elders of Zion (Protokol yang mengatur dan menginfiltrasi seluruh sistem) dan Perjanjian Westphalia (Perjanjian yang membentuk negara modern yang sekarang kita kenal). Dua hal di masa lalu ini, menurut saya, adalah tonggak sejarah dimulainya kehidupan modern dan semu yang kita lihat saat ini. Jemari yang memberhentikan kemungkaran yang dimaksud adalah ketika saya ikut membuat online post di blog ini untuk mencoba mengingatkan pembaca atas kepalsuan sistem New World Order. Energi baik maksudnya adalah energi positif yang dipancarkan dari ibadah manusia yang  ditujukan untuk mengakhiri sistem NWO. Plandemic Covid-19 ini membuat banyak orang bodoh, panik, takut, cemas dan bingung. Bait ini ditutup oleh pertanyaan imajiner yaitu dunia seperti apa di masa depan tanpa NWO?

Kelompok Bait II : Kelompok Bait II dalam puisi ini bercerita tentang mimpi untuk melihat dunia tanpa kepalsuan yaitu tanpa New World Order, satanic cult, kids trafficking dan segala macam cara mewujudkan Agenda-21 –nya. Kalam-kalam Ilahi yang dimaksud adalah kalimat-kalimat religius, khususnya kalimat kalimat pemujaan pada Allah SWT agar dapat melawan para penganut iblis, setan dan elit-elit jahat di dalamnya. Anak-anak yang perlu ditolong dalam bait ini maksudnya yaitu anak-anak korban kids trafficking , termasuk anak-anak hasil aborsi, di seluruh dunia sehingga mereka tidak menjadi korban persembahan terhadap setan/iblis. Kehancuran sistem NWO ini perlu ditunjukkan secara jelas kepada 99% penduduk bumi yang tidak mengetahui dan menyadari sistem palsu NWO. “Hanya sekedar tempat singgah dan bersenda gurau” yang saya maksud adalah kelompok kata di dalam Al Quran yaitu Surat ke-29/Surat Al Ankabut Ayat 64. Surat ini sengaja saya pilih untuk mengingatkan bahwa dunia semu dengan NWO ini adalah dunia tempat manusia bermain, apakah bisa bermain bertahan melewati setiap sistem yang rusak. Contoh : Saat studi, dengan sistem pendidikan yang rusak beserta berbagai teori palsu dan salah, apakah manusia bisa memenangkan permainan dengan menjadi murid pintar dan masuk di universitas ternama? Setelah lulus kuliah, apakah bisa memenangkan permainan dengan bekerja menghasilkan uang kertas, mata uang yang dibuat elit jahat global Rothschild? Bait ini juga berarti memohon kasih dari Tuhan karena banyak manusia yang tidak dapat merawat bumi/merawat lingkungan. Saat hari superbesar/hari kiamat besar itu tiba, izinkanlah kami, yaitu saya dan keluarga saya-jika masih hidup-meninggal dengan khusnul khatimah. Saat melihat kehancuran sistem NWO, biarkan manusia 99% ini mampu bertahan dan beradaptasi dengan sistem islam yang baru. Pada akhir kalimat kelompok bait ini, saya meminta penjagaan kepada Allah SWT untuk saya dan keluarga saya yang ada di kota yang sama maupun di provinsi dan pulau lain.

Kelompok Bait III : Kelompok Bait III ini ditujukan untuk menunjukkan bahwa suatu hari nanti, generasi masa depan akan melihat masa plandemi ini sebagai kenangan tentang kebodohan manusia. Ya, manusia yang berjumlah 99% penduduk bumi yang tidak mengetahui dan menyadari sistem NWO yang akan runtuh sebagai alur cerita kisah akhir zaman. Lalu, kehancuran sistem NWO akan diiringi dengan kehidupan gemilang dan ditutup dengan Hari Akhir/Hari Kiamat Besar. Ucapan terimakasih ditujukan pada Tuhan yang telah membuka logika dan nurani saya dan orang baik di bumi, baik pihak Pemerintah maupun non-Pemerintah yang ingin meruntuhkan sistem NWO. Saya merasa bangga sekaligus takut karena berada di antara kelompok tidak offline,  yaitu beberapa kelompok online yang sangat anti NWO. Ketakutan itu muncul karena mungkin ada di antara mereka yang tidak senang dengan ketauhidan umat dan sejatinya adalah penyembah setan/iblis.

Pemilihan judul “Ada Sebuah Cerita” berasal dari kalimat yang muncul terpikir begitu saja dan ditujukan sebagai fase penggambaran kehidupan manusia di tengah zaman maha bingung masa plandemi 2020-2021, sebuah kisah yang mungkin sudah seharusnya dilalui menjelang kehancuran sistem NWO. Kosakata “zaman maha bingung” terinspirasi dari perkataan Ki Dharma Kun Cara dalam video di Youtube channel-nya yaitu Kaum Hadi. Saya sengaja membuat Kelompok Bait agar lebih mudah menjelaskan arti puisi dari kumpulan paragraf. Padahal dalam aturan umum buku bahasa Indonesia tentang puisi, bait adalah kumpulan baris yang disusun menurun dan bukan disusun ke samping. Sebagai penutup, saya membuat puisi dengan angka 666 sebagai simbol kepada elit-elit global dan Organisasi berbisa adalah lambang organisasi terkait medis. Huruf b pada awal kata ‘berbisa’ sengaja saya buat huruf kecil karena lambang ular bukan lah makhluk yang lebih besar kuasanya dari Tuhan. Pada pemahaman ajaran nasrani, ular adalah setan/iblis yang menggoda Nabi Adam AS saat di surga. Meskipun demikian, Nabi Adam AS dan Hawa adalah kakek nenek moyang peradaban manusia. Apapun yang terjadi di antara mereka berdua di surga yang mengakibatkan mereka bersalah dan harus menerima balasan berupa hidup di bumi, toh, semuanya sudah terjadi. Sudah suratan takdir bahwa manusia tinggal di bumi. Wallahualam. Maha besar Engkau, Ya Allah SWT, dengan segala kuasa-Mu.

Video tentang apa yang dilakukan Nabi Adam AS dan Hawa (Prophet Adam AS and Eve) sangat mengagetkan saya beberapa tahun yang lalu, saat akhirnya dengar dan tonton. Penjelasan yang logis dan mungkin terjadi. Buah khuldi adalah eufemisme Allah SWT untuk memperhalus kejadian di antara beliau berdua, yang tidak sepatutnya disebutkan di Al Quran. Wallahualam.

Wassalamualaikum Wr.Wb

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s