Salam Sayang!

Assalamualaikum Wr.Wb

Kalimat di bawah disebutkan tujuh kali.(Doa I)
Silahkan pilih atau gabungkan dua doa di atas apabila ada umat muslim yang sakit. Doa Nabi Ayub bisa untuk penyakit apasaja. In Sha Allah. Just believe more in Allah SWT power. God always listen, anyway.(Doa II)

Tentang segala yang tersisa. Dari balik kekacauan. Saat fitnah dhuhaima binti plandemi bermunculan. Menyusuri setiap otak dan ruhani manusia. Berjejalan dalam ruang dan waktu. Setiap menit dan detik. Berselimutkan perang asimetris, perang psikologis, false flag operation, perang informasi beserta segala misinformasi, disinformasi dan kebenaran yang bercampuran. Hingga tak terlihat, apa esensi dan kebenaran di baliknya. (Bait I)

Sejumput, ku balik bertanya. Tentang apapun yang mengerutkan kening. Atas begitu banyak ketidakberesan, pembunuhan berencana dari sebagian pihak dan fitnah besar malapraktik abad ini. Yang berada dalam genggaman, kancil berkerah, di bumi ini. Masing-masing teritorinya. Tentang besarnya peran obat keras. Dalam Pedoman Tatalaksana Covid 19 Edisi 3 (Desember 2020). Tentang adanya berbagai pihak, yang terbahak-bahak di tengah penderitaan. Yang sedang mengais cuan. Di setiap bentuk penjajahan. Beserta para kaum munafik berdasi dan beragama di dalamnya, benarkah? Atas apa yang disebut dalam agenda nya masing-masing. (Bait II)

Pada sekian titik titik waktu, aku kembali bertanya. Pada setiap pertanyaan yang menyeruak dalam batas. Maka, kulupakan segalanya. Yang terkait dengan plandemi. Apapun mereka katakan, dalam buih berbusa yang bergerak di segala sisi. Kupegang prinsip Hippocrates dan alternative medicine serta prinsip islam erat-erat. Bersama dengan apa yang telah disebutkan kalam-kalam Ilahi, berkali-kali. (Bait III)

Hanya kepada-Mu, semua bentuk penyerahan diri. Yang mulai tuk tak bergantung. Pada apa yang dilihat di ruang maya. Tuk tak lagi terperangkap, dengan perang psikologis dan protokol kesehatan melalui kotak bertabung itu. Namun,kupaham maksud mereka. Bergerak lebih cepat melindungi warganya. Meskipun juga memberikan peluang. Atas pembunuhan berencana dimana mana. Hingga akhirnya, hanya iman, dzikir dan energi baik yang ada. Yang tetap perlu digenggam erat-erat. Menjadi teman sejati dalam melihat kebohongan sistematis. (Bait IV)

Karena permainan masih berlangsung. Permainan mematikan kami, para goyim, dalam agenda-21. Agenda depopulasi manusia, apapun caranya. Dengan sebutan angka angka terselubung. Melalui apa yang tersembunyi dari angka 666. Para elit-elit jahat global itu. (Bait V)

 Terserah lah, kalian mau apa… Toh, kami sudah lelah. Sudah tak terlalu, takut mati. Toh, semua orang akan mati, bukan? Hanya saja, semua dipulangkan dan seharusnya dihormati selayaknya. Karena aku peduli dengan ruh. (Bait VI)

Toh, nyali ini semakin terasah. Semakin rindu tentang akhir zaman. Sedikit lupa tentang, kematian. “Karena sudah tak lagi takut”, pikirku. Tentang kepalsuan sistem yang telah ada. Bergumul dengan Flexner Report. Sebagai akar permasalahan semua ini. Atas segala nama yang telah berpulang karena fitnah dhuhaima kalian. Di tengah arena peperangan psikologis, informasi, asimetris dan pembunuhan berencana dari sebagian orang di Organisasi berbisa itu. Hingga munculnya sebuah kesadaran. Atas betapa palsunya sistem ini. Kerusakan sistem yang ada. Dan tak mampu menyembuhkan, justru mematikan. Dan memperunyam suasana. Sekalian dalam suasana dan nuansa, kami melihat dunia. Yang penuh dengan pemandangan semu. (Bait VII)

Barangkali, semuanya sudah seharusnya terjadi? Demi apa yang mereka tabur dan tuai dalam kehidupan. Beserta mereka, para anak-anak Dajjal penikmat dan “umat plandemi”. Yang sedang bersiap untuk agenda tersembunyi partai mereka, masing-masing. Maka, hamparkanlah kejahatan manusia dari sistem rusak NWO ini di depan kami. Karena sejatinya, segalanya memang tak kekal. Bagiku, segalanya menjadi terlihat jelas. Kumpulan orang-orang munafik, biadab dan pembunuh berencana. Hingga bumi mulai memperbaiki diri. Melihat keserakahan manusia. (Bait VIII)

Kemudian, aku hanya termangu sesaat. “Oh, luar biasa fitnahnya.” Yang muncul dalam segenap pikiran. Atas perubahan demi perubahan geopolitik. Yang sedang terjadi dimanamana. Maka, pilihan ini pun diambil. Mengikuti drama plandemi. Sekaligus membersihkan bumi. Dari keangkaramurkaan. Di situ pula, tersadar. “Oh, jadi begini permainannya. Banyak orang munafik dan bodoh dimana-mana.Hah?” (Bait IX)

Halo, kalian! Para pengikut satanik dan kaum 666 serta banyak pihak di Organisasi berbisa. Salam kehancuran. Juga, salam sayang. Untuk bumi. (Bait X)

“Wis, rak sah diikuti kejadian di negeri ini. Nanti kan, hilang sendiri trik-trik penjagal dunia”.

Ayah saya, 3 Juli 2021 5: 38 PM

=================

Behind The Poem~

Puisi sengaja saya buat dalam cetak miring. Kosakata miring sering menjadi simbol ejekan kepada ODGJ yang telah tidak menggunakan logikanya seperti manusia pada umumnya. Plandemi, menurut saya, sudah membuat logika mayoritas manusia sebumi menjadi “agak miring”.

Bait I : Bait I puisi ini bercerita tentang hal, manusia dan tenaga yang masih tersisa di tengah kekacauan plandemi sejak 2020-2021 sekarang. Fitnah ini, ada yang menyebut sebagai fitnah dhuhaima yang tersebar di seantero bumi yang memasuki pikiran dan perasaan manusia. Setiap menit dan detik, banyak sekali berita berisi kebenaran, misinformasi dan disinformasi yang dilahap publik dari media mainstream  dan nonmainstream. Menurut saya, sedang ada pihak-pihak tertentu di Pemerintah maupun non-Pemerintah di setiap negara yang memainkan perang asimetris yaitu perang nonfisik melalui perang informasi, perang psikologis dan false flag operations. Perang psikologis dilakukan dengan menyampaikan berita terus menerus di dunia media sosial dan TV terkait tentang corona. False flag operation berasal dari beberapa tindakan yang sebenarnya tidak terjadi dan mungkin, untuk menakuti masyarakat di banyak negara termasuk Indonesia, seperti peti kosong tanpa jenazah corona, pasien terkena corona padahal patung, jenazah corona ternyata kumpulan sawi dan ambulans kosong tanpa jenazah corona.

Bait II : Bait ini bercerita tentang segala macam pertanyaan yang membuat kaget sekaligus bingung. Ada banyak fenomena yang saya duga adalah keganjilan plandemi, pembunuhan berencana melalui obat keras yang diresepkan dan yang diinjeksi selama di RS serta fitnah besar dugaan malapraktik. Ada banyak pihak yang mengambil keuntungan dan menjalankan agenda tersendiri di tengah plandemi. Selain itu, banyak orang munafik karena memperlakukan orang lain dengan buruk terutama terkait corona. Hal ini terinspirasi dari pegawai senior tertentu yang berkata buruk di belakang tentang saya di kantor terkait corona. Saya ingat kalimat ibu itu yang bekerja di ruangan sebelah, “Liat aja nanti, kena corona atau enggak.” Pegawai ini munafik karena ternyata menunggu saya kena positif covid, sementara di depan saya terlihat baik. Hahhaha, busuk sekali pegawai ini! Banyak pihak yang mengambil untung dari plandemi di tengah penderitaan masyarakat. Salah satu contoh penderitaan itu adalah gesekan sosial berupa kesalahpahaman di whatsapp group dan dunia nyata. Hal ini mengingat banyak orang positif coped 19 dijauhi tetangga.Ada juga orang yang memiliki gejala flu dan batuk, tetapi dihakimi satu grup whatsapp karena tidak melakukan tes covid. Ia tidak ikut tes covid karena tidak memiliki uang. 

Bait III : Bait III bercerita tentang beragam pertanyaan terkait kejanggalan plandemi. Yang paling penting mengatasi plandemi adalah dengan memegang prinsip Hippocrates yaitu menggunakan makanan alami sebagai obat dan menggunakan obat alami dari makanan, penggunaan sistem pengobatan alternatif dan prinsip pengobatan islam yang disebutkan dalam Al Quran yaitu berupa madu, minyak zaitun dan membaca doa kesembuhan seperti doa Nabi Ayub dan doa ruqyah penyembuhan penyakit yaitu dengan membaca sebanyak jumlah tertentu dan memegang bagian tubuh yang sakit. Manusia sebaiknya harus mulai menggunakan makanan sebagai obat alami dan menggunakan obat-obat medis sebagai jalan terakhir pengobatan. Contoh: jika memiliki penyakit X, carilah buah/makanan/ramuan herbal dari rempah-rempah atau TOGA (Tanaman Obat Keluarga)yang dapat mengatasi penyakit. Jika sudah berlangung lama, baru pergi ke dokter untuk mendapat pengobatan medis dengan makan obat. Walaubagaimanapun, obat dibuat di pabrik&/laboratorium dan memiliki efek samping yang terkadang justru menambah runyam penyakit sehingga obat obatan medis sebaiknya menjadi jalan terakhir penyembuhan. Ingatlah lambang organisasi IDI dan atau farmasi yaitu ular atau dewa penyembuh atau Hygieia. Menurut seorang online user, Hygieia adalah dewa palsu yang dianggap dapat menyembuhkan. Jadi, apakah obat adalah dewa palsu yang dikira sebagai jalan penyembuhan manusia, tetapi ternyata bukan lah jalan penyembuhan?

Bait IV : Bait IV bercerita tentang kepasrahan diri kepada Tuhan dengan tak mudah percaya dengan perang psikologis dari kotak bertabung yaitu TV. Perang psikologis ini dilakukan melalui segala berita dan pengumuman selebriti tentang coped 19. Akan tetapi, tindakan yang dilakukan pihak-pihak tertentu dari pemerintah juga mudah dipahami karena ada tujuan tertentu untuk warganya. Meskipun demikian, hal ini memberikan peluang terciptanya pembunuhan berencana melalui pemberian obat yang tak perlu selama penanganan plandemi. Di akhir zaman,hadits memang menyebutkan bahwa hanya kekuatan iman, dzikir dan doa yang perlu dilakukan setiap hari.

Bait V : Saya menyadari bahwa permainan plandemi ini masih berlangsung untuk mematikan kami, para goyim, dalam agenda-21 yaitu Agenda depopulasi manusia dengan berbagai cara. Hal ini karena elit-elit jahat global terutama kaum illuminati sangat menginginkan manusia sebumi dikurangi sesuai dengan jumlah pada Georgia Guidestone.

Bait VI : Bait ini sebenarnya mengatakan bahwa apapun upaya yang dilakukan dalam plandemi ini, silahkan saja dilakukan. Terserah lah, para jurnalis, dokter, tenaga kesehatan, politisi, selebritis, pemuka agama, pejabat, pebisnis alat tes covid, elit-elit jahat global beserta semua pengikut setan dan antek antek asing dan aseng akan melakukan apa lagi dalam plandemi ini. Lagipula, saya meyakini bahwa banyak masyarakat sudah lelah dan tak lagi takut mati. Semua orang yang mati seharusnya dihormati orang yang hidup sebagai wujud penghormatan terhadap ruh dan jasad orang mati. Para jenazah covid seharusnya dimakamkan dengan layak dan dihormati sewajarnya serta bukan dimakamkan dengan protokol kesehatan. A reality today which somewhat hurts me as a human who loves spiritualism and respect the way Islam do to dead bodies.

Bait VII : Bait VII berisi kerinduan akan sebuah fase akhir zaman bertemu Al Mahdi dan mengalahkan Dajjal/Anti Kristus. Mengapa? Banyak orang beriman saat ini, entah dimanapun mereka, apapun “agama” mereka, yang saya yakini, sedang tak lagi takut dengan kematian dan plandemi. Akar permasalahan dari plandemi ini adalah sistem palsu di dalam NWO termasuk di antaranya yaitu sistem kesehatan. Sistem kesehatan yang rusak ini adalah sistem kesehatan yang dibentuk oleh ilmu kedokteran modern melalu kurikulum pendidikan yang dibiayai salah satu elit jahat global yaitu Rockefeller dalam Flexner Report. Banyak manusia yang saat ini sadar akan kerusakan sistem kesehatan karena adanya perang psikologis, perang informasi, perang asimetris dan pembunuhan berencana dari pihak nakes tertentu dari organisasi terkait medis itu. Pembunuhan berencana ini akibat efek samping obat yang berlebihan dan bahaya interaksi antarobat, sesuatu yang salah akibat dari ilmu kedokteran modern. Seperti kalimat seorang staf RS di Jakarta kepada saya, “Nakes, dokter dan pasien adalah korban dari sistem kesehatan yang salah.”

The last but not least, apapun kontroversinya, I would like to say thanks to this online user, tweet of @LsOwien who makes me know about the side effect of Azithromycin.

Bait VIII : Bait ini bercerita bahwa plandemi ini adalah sesuatu yang memang sudah direncanakan dan mungkin harus terjadi. Ada banyak penikmat dan pencari untung di tengah plandemi ini beserta para “umat pengiman plandemi/masyarakat yang mempercayai plandemi”, termasuk para politisi yang memiliki agenda politik tersendiri. Saya berharap segala macam kejahatan manusia mulai dari elit-elit jahat global dan berbagai pihak non elit global, di tengah plandemi ini, ditunjukkan sejelas jelasnya di depan masyarakat sedunia.

Bait IX : Bait ini bercerita tentang kesadaran akan besarnya fitnah plandemi covid 19 pada manusia. Saya juga mulai melihat berbagai perubahan geopolitik sedunia mulai dari pembunuhan pimpinan negara negara yang menolak vaksin yaitu Burundi dan Haiti dan mengecek ketidaklogisan alat tes covid secara rahasia yaitu Tanzania, pemimpin negara yang menolak plandemi di Belarusia, banjir di Jerman-Belgia-Perancis, pembongkaran kasus pedofilia internasional, terbukanya tabir gereja setan di Jakarta, penangkapan Black Pope di Vatikan, persiapan Trump dan “pendampingnya” yaitu Mr.J dan penyelamatan anak-anak korban kids trafficking. Sementara itu, masyarakat pada umumnya yang meyakini covid terlihat sebagai orang kurang pintar dan mudah termakan hasutan plandemi dari berbagai media. Bumi nampaknya memang sedang membersihkan diri dari kejahatan elit-elit global.

Bait X : Bait ini dimaksudkan untuk menyapa pihak-pihak yang membuat permainan global plandemi ini,yaitu pengikut satanik, dalam hal ini yaitu elit-elit jahat global penyembah setan, para anggota kelompok illuminati dan atau kubu liberal dan freemason (kaum 666) dan banyak pihak yang mengambil keuntungan dari Organisasi terkait medis. Saya menunggu semua pihak-pihak jahat ini hancur atau mendapat balasan setimpal, mohon maaf-dimatikan dan atau dibawa ke military tribunal. Salam sayang ditujukan kepada bumi. Biarlah alam menikmati sementara karena manusia jarang beraktivitas,Bumi menikmati sebentar karena polusi dan kerusakan alam akibat dampak negatif bisnis manusia berkurang. Love you, earth with plant and animals on it.

Saya dengan sengaja menyisipkan percakapan dari ayah saya saat beliau memberi nasihat agar saya tak terlalu mengikuti alur cerita plandemi ini. Kalimat yang cocok saya sertakan di puisi ini sebagai ornamen pemanis untuk menengahi antara puisi dan maksud sebenarnya puisi dalam bagian “Behind The Poem.”

Wassalamualaikum Wr.Wb

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s