Sandiwara, Sandiwara Besar.

Assalamualaikum Wr.Wb

Menurut saya, ini meme yang sangat sarkastik, tetapi imut.Imut sekali dombanya!

Maka, Tuhan, lihat lah sandiwara besar ini. Sesuatu yang dibuat sejak lama. Beserta segala langkah pencegahan, yang telah dibuat sebelumnya. Sejak bertahun-tahun lalu. Dengan begitu cepatnya perubahan sedunia, akankah hal ini selesai? Terlewati? Seperti kumpulan baris yang bertemu baris. Seperti kumpulan kata yang bertemu kata. Membentuk frase. (Bait I)

Maka, Tuhan, lihat lah kekacauan di bumi ini. Bersamaan dengan para pihak pencari untung. Yang sedang terbahak-bahak melihat penderitaan. Ini tentang cerita beruntun. Oh, cerita bersambung. Terkait kumpulan kata-kata yang menyeruak dari balik kotak bertabung itu. (Bait II)

Maka, Tuhan, lihat lah sandiwara besar malapraktik terbesar abad ini. Yang telah tercantum dalam script besar. Skenario Event 201, Scenario for the Future of Technology and International Development dan Covid-19 Strategic Preparedness and Response Program. Lengkap dengan kejadian manusia berjatuhan di Negeri Naga. Maka, sedang kuingat Prabu Kertanegara, mengapa engkau memotong utusan Negeri Naga, Meng Qi? Pada masanya, mungkin itu lah, hasrat berkuasa. Hasrat ingin menguasai segalanya, ke negeriku. (Bait III)

Oh, alangkah mirisnya. Nasib kami, manusia goyim. Hanya menjadi permainan. Bagi elit-elit global. Hanya menjadi target permbunuhan berencana selanjutnya. “Oh, jadi begitu cara kalian bermain?,” pikirku. (Bait IV)

Segera di masa nya, kapan kah itu? Berjejalan dalam ruang maya dan kotak bertabung. Maka, lihat lah itu. Apa yang sesungguhnya sedang terjadi? Jika bukan bagian dari alur permainan. Untuk membunuh kami, para goyim. Melalui kumpulan obat keras. Diikuti dengan segala macam ketidaklogisan “protokol seger waras”. Untuk apa, menutupi oksigen pada saat menghirup? Double pula! Untuk apa lagi, kalian menimbun vitamin? Memainkan harga obat, ya? Begitulah cerita, dari berbagai ketidakteraturan dunia. Yang disebabkan banyak dari Organisasi berbisa. (Bait V)

Oh, sandiwara! Apa halaman percakapan seterusnya, setelah ini? Sudah berapa banyak air mata terkuras dari orang-orang tak berdosa? Yang berpulang dengan cara tak layak. Namun, begitulah kehidupan. Bukankah bumi ini diliputi keangkaramurkaan dengan berisi banyak sekali orang munafik dan bermuka dua? Karena dunia kematian, tentu tak seperti ini, bukan? Di sana, sudah tak ada lagi, sandiwara.(Bait VI)

 “Oh, human…,”kataku.

Lookin’ for authentic problem,

But I got it that way,

Bring the enchanted atmosphere,,,

Just to release good energy out to the air,

It’s just a small drama, then, what’s the big one?

Where the world can be dumbed down in a minute,

Through the neverending power Our Creator has (Bait VII)

Switch on,

And turn on,

Cus I don’t wanna see anything about ‘em

About drama and everything about it

Now and never,,,

We just be here to see

A planned scenario to kill through medicine,,,

Poor people.

Poor goyim.

Long live to death, Georgia Guidestone! (Bait VIII)

Event 201 :

https://hub.jhu.edu/2019/11/06/event-201-health-security/

https://www.centerforhealthsecurity.org/event201/about

World Bank : https://documents1.worldbank.org/curated/en/993371585947965984/pdf/World-COVID-19-Strategic-Preparedness-and-Response-Project.pdf

Scenario for the Future of Technology and International Development: https://archive.org/details/pdfy-tNG7MjZUicS-wiJb/page/n1/mode/2up

===================

Behind The Poem~

Bait I adalah tentang ungkapan kepada Tuhan tentang hebatnya sandiwara terbesar abad ini. Yaitu sebuah sandiwara yang dibuat sejak lama. Selain itu, tertulis juga tentang pertanyaan bahwa kapan plandemi berakhir?

Bait II adalah ungkapan kepada Tuhan untuk melihat perilaku manusia yang membuat kekacauan dan banyak yang mencari untung di tengah plandemi ini. Kejadian tahun lalu di awal 2020 sampai sekarang terlihat seperti cerita bersambung.

Bait III adalah ungkapan kepada Tuhan untuk menunjukkan pada-Nya tentang sandiwara besar berisi malapraktik terbesar sepanjang kehidupan manusia. Plandemi ini telah terpampang sangat jelas melalui kegiatan Event 201 beberapa tahun lalu, skema pembatasan yang mirip pada Scenario for the Future of Technology and International Development dan dokumen dana World Bank bernama Covid-19 Strategic Preparedness and Response Program untuk negara-negara yang merencanakan atau sedang mengatasi coped 19  dimana tertulis di halaman 6 tentang tanggal rencana program plandemi akan selesai. Hal itu dilengkapi dengan narasi media-media sedunia yang menampilkan orang cina berjatuhan di Wuhan. Lalu, saya ingat dengan kisah sejarah dimana Prabu Kertanegara, pemimpin kerajaan Singasari, yang pernah menolak penguasaan kerajaan di wilayah cina sekarang dengan memotong telinga utusannya yaitu Meng Qi.

Bait IV adalah ungkapan kesedihan dan kesadaran diri. Sedih karena melihat mirisnya manusia sebumi yang hanya menjadi bahan permainan sebagai makhluk goyim, sebuah istilah yang disebutkan dalam Protocol of Zion. Kesadaran diri bahwa sedang ada pembunuhan berencana pada banyak manusia di berbagai negara melalui plandemi ini. Pada dasarnya, sama sekali tak ada alasan membenci keturunan Nabi Ishaq atau Nabi Yaqub ke generasi turunan di bawahnya yaitu kelompok yahudi atau Bani Israil atau mereka yang mengikuti ajaran kitab Taurat/ Torah book. Konflik Palestina, contohnya, sebuah konflik yang ada dalam permainan kelompok Syiah Iran dan elit-elit jahat global. Lha opo iyo, sakabehe wong pengikut ajaran taurat atau orang yahudi dibenci gara-gara Palestina? Meskipun demikian, Protocol of The Learned Elders of Zion patut dijadikan kewaspadaan. Berikut adalah link yang dapat dibaca secara online. Sebenarnya, di beberapa tulisan saya sebelumnya juga pernah mengupas tentang ayat-ayat Talmud Babilonia yang superkotor dan menjijikkan ini.

https://www.academia.edu/49625347/Ayat_Ayat_Setan_Yahudi_Dokumen_Rahasia_Yahudi_Menaklukkan_Dunia_dan_Menghancurkan_Agama

Bait V bercerita tentang beberapa metode permainan membunuh manusia sebumi dalam plandemi ini. Yaitu dengan obat keras, ketidaklogisan pada protokol kesehatan dengan menggunakan masker dua lapis yang pasti akan menutup jalur menghirup oksigen dan pihak-pihak tertentu yang mengambil untung dengan menimbun vitamin dan memainkan harga obat yang diikuti dengan banyak pihak(tidak semua) serakah dari organisasi terkait medis itu.

Bait VI berisi pertanyaan tentang apa lagi yang akan terjadi setelah plandemi ini? Selain itu, saya juga bertanya berapa banyak kesedihan banyak manusia sebumi yang melihat anggota keluarganya dimakamkan dengan tak layak? Akan tetapi, itu lah kenyataan di dunia nyata. Dunia kematian berupa alam barzah tentu tidak ada sandiwara seperti ini.

“Oh, human” adalah kalimat untuk menggambarkan betapa macam-macamnya perilaku biadab manusia kepada manusia lain. Jika yang tidak terlalu berbahaya covid saja, perilaku manusia sebiadab ini, bagaimana kalau penyakitnya berkali kali lipat lebih berbahaya?

Bait VII  bercerita tentang upaya mencari permasalahan sebenarnya dalam plandemi ini. Hingga akhirnya saya menemukan bahwa telah ada banyak rencana untuk membuat plandemi ini ,seperti pembunuhan Kary Mullis dengan alat tes covid RT PCR yang tak berguna, The Dead Bill Gates-si mahasiswa drop out di bidang TI yang sok tau soal kesehatan&memiliki rasa maniak membunuh manusia melalui Bill and Melinda Gates Foundation, obat keras nan mahal Gamaraas, bisnis plasma konvalens seperti dalam alur cerita film korea selatan berisi kode-kode terselubung ala illuminati tentang penyakit menular-yang seingat saya ditayangkan di salah satu channel TV Indonesia beberapa kali, hingga efek negatif Pedoman Tatalaksana Covid 19 Edisi 3 (Desember 2020). The Good Energy adalah frasa yang digunakan di puisi ini untuk menunjukkan banyaknya energi baik dari ibadah manusia untuk membuat enchanted atmosphere. Enchanted atmosphere adalah untuk menggambarkan langit yang indah karena dipenuhi ibadah, doa dan atau harapan manusia untuk ikut menghentikan covid-19, menyembuhkan penyakit manusia, termasuk yang mendapat status positif coped 19 dan atau melindungi keluarganya dari fitnah plandemi.

Bait VIII adalah tentang saya yang tidak ingin menyalakan/ turn on isi program TV yang terlalu banyak mengupas penyintas covid atau segala macam tentang covid. Berdasarkan semua hal yang saya temukan, saya menyadari bahwa terdapat pembunuhan berencana melalui obat. Kebanyakan manusia yang disebut sebagai goyim dalam Protocol of The Learned Elders of Zion sangat menyedihkan. Terakhir, dengan khusus, saya sebutkan salam kehancuran (long live to death) untuk impian pada tulisan di Georgia Guidestone.

Wassalamualaikum Wr.Wb

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s