Just An Imaginative Story

Assalamualaikum Wr.Wb

Bismillahhirrahmaanirrahiim.

ALKISAH

Alkisah, di suatu tempat setiap pagi, aku membuka pintu. Muncul lah dua penduduk kerajaan, dari kerajaan berasaskan Al Quran dan Sunnah. Yes, I  have assigned myself as Queen of Kingdom of Liar and Village Cat.  Para penduduk ini sering menungguku saat mentari mulai datang. Brown baby cat berkata, “Meow meow…aku mau makan. Aku butuh makan. Jangan tinggalkan aku. Jangan pergi.” Kucing hitam menunggu dari jauh, “Sudahlah, hei anak kecil berkulit coklat! Aku tak yakin, ia akan menjadi pemimpin yang baik, adil dan dermawan. Apa iya, ia akan memberi kita makan? Lihatlah kenyataan hidup ini. Kita ini tidak dipelihara di rumah megah. Kita ini kucing liar dan kucing kampung.Tak ada yang memberi kita makan…”. Ia terlihat waspada sekaligus tetap memiliki pikiran buruk tentangku. Aku pun bergerak terus melakukan ritual pagi. Kemudian, dengan pelan tapi pasti, kuambil plastik itu dan kembali pergi keluar. Kupecah isi makanannya. Lalu, kubagikan untuk mereka berdua. Mereka pun, makan dengan lahap. Segera berjalan, berlari dan melompat. Mereka adalah penduduk yang penuh pengertian. Jika sudah selesai makan, mereka akan menjauh dariku.

Sebagai pemimpin, saya tidak boleh terlalu dekat dengan dua penduduk saya. Saya harus menjaga marwah. Brak! Tutup pintu! Hagzhagzhagzhagz. Teringat lah saya dengan ejekan ibu saya, “Kalau kamu menjaga marwah, shafa nya mana?” Hah? Aha! Shafa dan Marwah!

——————————————————————————————————

Secara singkat, akan saya perkenalkan dua penduduk ini. Barangkali, dua penduduk ini menggambarkan rakyat manusia juga di dunia nyata yang memiliki sufat berbeda. Penduduk pertama adalah brown baby cat. Kucing ini memiliki sifat sering berkata kencang dan keras alias sering meneriakkan meow meow, mungkin sedikit berteriak! Ia senang sekali saat mendapatkan bantuan sosial berupa makanan asli dan bukan fast food makanan kucing. Ya, he loves fish. Ia memiliki hobi melompat lompat dan menghalangi saya berjalan keluar. Hagzhagzhagz. Bahkan, saya shocked dibuatnya karena bulu perutnya mengenai kaki kiri saya. How can I not shout at all? Ia memiliki tubuh mungil berwarna coklat dengan dua taring yang terlihat agak mengerikan. Terkadang, ia hobi bersembunyi di bawah mobil orang dan menunggu saya. He looks so cute little citizen. I don’t know why but I always smile whenever I remember him. If I don’t give him food, he will keep walking so fast and shouting. I always wonder, is he so hungry? Btw, i don’t know whether this cat is female or male.

Penduduk kedua adalah si kucing hitam yang agak gemuk dengan sedikit belang warna putih. Ia jarang berteriak atau berkata sedikit pun saar melihat saya. Yang jelas, ia sering mengamati saya dari jauh. Seketika saya keluar dan menyiapkan bansos, si kucing hitam dewasa ini akan melompat dengan gesit, cepat dan jauh. Sebuah lompatan yang luar biasa cepatnya. Tangkas dan terampil. Saya pikir, ia harus dilatih menjadi atlet loncat indah suatu hari nanti dan perlu dilatih di Pelatnas. Hal yang menyedihkan adalah saat saya melihat kompetisi diantara dua penduduk ini yang menuju pada arah zero sum game! Kucing hitam akan lebih cepat mengambil jatah makanan sehingga brown baby cat akan kalah dan tidak mendapatkan makanan. Di titik ini, sebagai pemimpin, batin saya luluh. Jatah esok hari saya berikan pada penduduk pertama.

Btw, saya belum memiliki istana dan bendera kerajaan, dua hal yang menjadi PR utama hari ini. Any suggestion?

………….

Kisah dengan sedikit khayalan di atas sengaja saya taruh di online post kali ini supaya sedikit menghibur di tengah dunia endemi covid dajjal 666 yang semakin memuakkan, menjijikkan, penuh kebodohan, manipulasi mind control, operasi psikologis hingga keuntungan ekonomis bagi pihak pihak tertentu. Kalian sudah kenyang belum, sama cuan nya? Kurang menyiksa manusia apalagi? Ditusuk hidungnya, dipersulit hidup dengan vaksin, dimanipulasi pikirannya untuk suntikan ketiga sampe suntikan 7799 atau suntikan 8822? Mau apa lagi?

Saya sengaja membuat imajinasi ini dengan nama Kerajaan Kucing Kampung dan Kucing Liar karena beberapa sebab. Pertama, mereka adalah ras kucing asli yang berasal dari ayah dan ibu kucing. Bukan berasal dari hewan buatan manusia yang dibuat di laboratorium seperti ulah para ilmuwan biadab yang dibiayai atau mungkin diancam oleh para elit elit jahat global dengan duit tak berseri. Ingat dengan gen manusia yang dicampur dengan gen monyet di Cina? Herder dan Golden Retriever itu tidak murni, lho! Itu dibuat di laboratorium. Seperti menyamai Tuhan dan melawan sisi kealamiahan kehidupan,bukan? What an awful and evil NWO! Ingat domba dolly? Maha Besar Allah SWT yang telah membuat saya tersadar tentang banyak kenyataan di dunia palsu ini termasuk pembuatan hewan sebiadab ini. Jadi,saya senang melihat keberadaan kucing kampung dan kucing liar ini karena mereka alami dan tidak dibuat di laboratorium. Tidak ada ilmuwan yang menyisipkan gen asing di dalam tubuh mereka seperti yang dilakukan ilmuwan jahat itu. Kedua, sebenarnya, saya melakukan kebaikan kepada dua kucing itu karena para ilmuwan ilmuwati itu-entah siapa saja, saya tak tau- sudah merusak dan menyiksa hewan di muka bumi.

Ketiga, di tengah endemi dengan shalat ala dajjal itu, saya melihat dua hewan ini sebagai makhluk yang perlu saya kasihi dan lindungi dari alat swab dan vaksin. Saya cemburu karena mereka adalah makhluk merdeka dan independen tanpa harus mengikuti skenario endemi. Semenjak endemi coronces, saya semakin sulit mempercayai manusia dan lebih mempercayai hewan. Mereka sangat polos karena tidak mengerti keganjilan endemi ini dan tentu tidak memahami NWO, secret society dan ritual setan. Somehow, sedikit terinspirasi dari channel youtube Padepokan Syattariyah Gus Rofik dan Kucing Petani. Gus Rofik berkata dalam salah satu video bahwa semua manusia sejatinya adalah khalifah di bumi dan memiliki tugas menjaga dan memberikan kasih sayang pada makhuk lain yaitu hewan dan tumbuhan. Dalam salah satu video dimana ia melepaskan para ikan yang dibeli dalam plastik berair, ia berkata, “Hei para ikan, sampai jumpa. Maafkan kami golongan manusia yang sudah menangkapmu…” Intinya adalah ia melepaskan para anak ikan ke alam bebas dan meminta maaf karena banyak manusia yang mungkin sudah menyakiti golongan hewan yaitu ikan. Saya sebenarnya sedang melakukan aktualisasi diri sebagai khalifah di bumi untuk menjaga dan melindungi hewan meskipun mereka , dua kucing itu, bukan tanggung jawab saya. Yes, they are not my pet. They can find their own way to get food, actually.

Lalu, mengapa saya menamai diri saya sebagai ratu? Ratu adalah pemimpin kerajaan, bukan pemimpin di dunia palsu ala sistem demokrasi yang penuh fitnah dajjal. Sejatinya, setiap manusia adalah khalifah sesuai ajaran islam. Setiap manusia adalah pemimpin. Sebagai manusia, ia juga harus menjaga keseimbangan alam dan menjaga dua makhluk hidup di dunia nyata itu, yaitu hewan dan tumbuhan. Dalam hal ini, saya memberi mereka, dua penduduk itu, makanan sebagai bentuk aktualisasi diri menjadi khalifah. Ada banyak pemimpin di dunia ini, mulai dari ratu, raja, perdana menteri,pejabat tinggi, ketua, direktur, ketua komisaris dan lain sebagainya. Sebuah tugas yang tak mudah, bukan? Nah, saya bukan dalam posisi mereka, tetapi saya menjalankan tugas lainnya sebagai pemimpin, yaitu khalifah di bumi yang sekedar iseng memberi makan kucing kampung dan liar. Kosakata pemimpin yang adil, baik dan dermawan sengaja saya sisipkan karena saya meyakini bahwa penduduk di bumi ini membutuhkan pemimpin seperti ini di negara mana pun.

In the end, basically, I create this imagination so that my mom has time to relax and laugh so hard through my imaginative story. Forget for a while about this burden of life.

Sometimes I wonder what will he be when this brown baby cat grows up as a mature citizen? Hagzhagzhagzhagz.

Inspired By:

https://www.change.org/p/dr-siti-nadia-tarmizi-m-epid-batalkan-kartu-vaksin-sebagai-syarat-masuk-mall-perjalanan

Channel Youtube : Padepokan Syattariyah Gus Rofik dan Sambung Rasa Gus Rofik

Channel Youtube : Kucing Petani

“Hakikat Rindu pada Allah” dalam situs bincangsyariah.com

https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/16/11/09/ogcpae301-hati-yang-rindu-akan-tuhan

Wassalamualaikum Wr.Wb

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s