Akhir Zaman, Dajjal dan Plandemi

Assalamualaikum Wr.Wb

Sehubungan dengan akan berakhirnya segala hal tentang covid 19, berikut adalah online post saya tentang fitnah plandemi hasil perenungan dan tebak tebak iseng.

—————————

          Saya sedang memikirkan beberapa hadits tentang akhir zaman, kemunculan Dajjal beserta para pengikutnya dan kekacauan akhir zaman. Hal ini memantik akal saya berpikir sejenak karena pembahasan jarak jauh secara tertulis dengan adik ipar saya yaitu istri dari adik sepupu. Saya juga teringat kalimat yang disebutkan oleh dua rekan kerja saya yaitu “Dajjal adalah sistem” dan “Allah SWT menyebutkan berbagai hal tentang Dajjal secara perumpamaan”. Itu artinya Allah SWT tidak menyebutkan segala hal terlalu jelas/terang di dalam Al Quran dan atau hadits. Dalam bahasa puitis yang sering saya sebut di beberapa tulisan/online posts di blog ini, yaitu berupa beberapa puisi, saya menduga bahwa Allah SWT juga menggunakan kata-kata terselubung di dalam kalam-kalam ilahinya di Al Quran dan atau hadits. Berbagai ayat-ayat itu memiliki makna tersirat. Hanya orang yang memiliki ilmu khusus atau pemahaman mendalam atau hakikat/makna sesungguhnya yang benar-benar dapat mengerti apa maksud sesungguhnya dari bahasa puitis itu. Bahasa yang halus, indah dan bermajas. Memiliki nilai-nilai tersirat. They are Al Quran and or hadits.

Sumber : tweet @fawzans5

Entah mengapa saya merasa ingin merenung atau sekadar melakukan tebak-tebak iseng tentang maksud sesungguhnya dari hadits-hadits ini. Sebelumnya, saya ingin menyampaikan disclaimer bahwa saya bukan lah ahli hadits akhir zaman atau pernah menimba ilmu agama secara khusus kepada beberapa guru/ustadz/ulama/wali Allah SWT/ di fakultas khusus terkait agama islam. This is pure my own contemplation, thinking and reflection.

  1. Dajjal adalah sistem

Sampai dengan saat ini, saya mengira bahwa sistem kehidupan yang dijalankan manusia sedunia adalah sistem palsu yang dibuat oleh para penyembah setan di berbagai kelompok rahasia/ secret society yaitu sistem bernama “New World Order/tatanan dunia baru”. Saya dan “hampir semua orang” di muka bumi ini terjebak dan mengikuti alur kehidupan dunia yang telah dirancang oleh para pengikut penyembah setan. Para penyembah atau pemuja setan ini sudah bercokol lama di bumi ini. Bahkan, mereka telah ada sejak zaman sebelum Nabi Muhammad SAW. Saya ingin membahas kutipan isi situs ini terkait dengan kalimat yang saya sebutkan di atas.

-Cara Dajjal Menyebar Fitnah

3. Meminta tolong pada setan

Pastinya dajjal akan bekerjasama dengan setan, karena ia akan senantiasa mengajak umat manusia dalam kesesatan, Cara dajjal bekerjasama dengan setan dikatakan dalam sebuah hadist

 “Di antara fitnah Dajjal adalah ia akan berkata kepada seorang Arab, ‘Pikirkanlah olehmu, sekiranya aku dapat membangkitkan ayah dan ibumu yang telah mati, apakah kamu akan bersaksi bahwa aku adalah Rabbmu? ‘ Laki-laki arab tersebut menjawab, ‘Ya.’ Kemudian muncullah setan yang menjelma di hadapannya dalam bentuk ayah dan ibunya, maka keduanya berkata, ‘Wahai anakku, ikutilah ia, sesungguhnya dia adalah Rabbmu.” (Shohih Al-jami’ ash-shagir)

Dajjal bekerjasama dengan setan artinya mungkin adalah menggunakan kekuatan dari setan. Para elit-elit jahat global  bersekutu dengan menyembah setan di dalam gereja setan atau perkumpulan ritual penyembah setan di berbagai secret societyuntuk membuat penyesatan seluruh dunia. Mereka melakukan berbagai ritual penyembahan setan yaitu membakar bayi hidup-hidup, melakukan kanibalisme, pesta pedofilia, meminum darah bayi, dan melakukan hal-hal lainnya yang dilarang agama seperti melakukan se** sesama jenis ala LGBTQ. Penyesatan itu adalah sistem palsu dunia yang sekarang sedang manusia jalani. Kaum yahudi khazar(bukan semua keturunan Bani Israil dan bukan semua penganut yahudi!) menjalankan hal ini melalui Protocol of The Learned Elders of Zion. Kaum nasrani, baik katolik dan kristen, ada diantara mereka yang mencela Yesus nya di Gereja Setan. Apakah umat islam yang bertapa dengan cara nonislam di gunung atau pohon keramat lalu bertemu makhluk gaib dan atau menemui dukun/paranormal dalam rangka pesugihan juga termasuk dalam hadits ini?

(Sumber: https://dnktv.uinjkt.ac.id/index.php/cara-dajjal-menyebar-fitnah/)

Ustadz Auni Mohammad, dalam salah satu khutbah islamnya, membuat saya ingat bahwa di masa lalu pun, yaitu masa Nabi Musa AS/Prophet Moses, terdapat kalangan syirik penyembah setan yaitu para penyihir yang dapat membuat tongkat mereka dilihat menjadi ular melalui sihir. Sementara, Nabi Musa AS memiliki tongkat yang dapat berubah menelan semua tongkat para penyihir. Entah mengapa saya ingat dengan salah satu kode tweet Uncle Trump yang menyebutkan soal “witch”. Entah siapa yang dimaksud, tetapi beberapa  online users menyebut kosakata itu merujuk pada idola di dunia hiburan musik hollywood. Apakah ia memiliki kemampuan sihir layaknya para penyihir di masa Nabi Musa AS?

(Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=s6Jp39LMLzo)

Sistem palsu yang kita lihat dan jalani saat ini sudah dibuat sejak lama. Hal ini sudah saya sebutkan pada beberapa tulisan/online posts sebelumnya yang dapat dicari di kolom search yaitu “Against Global Conspiracy or Against Global Conspiracies.” Beberapa contohnya adalah hal berikut ini :

Sistem pendidikan : Bukankah ada banyak sekali teori palsu dalam berbagai ilmu/mata pelajaran/mata kuliah yang sudah dipelajari manusia? Mengapa saat di sekolah tidak diajarkan kemampuan bertahan hidup dalam dunia sehari hari seperti menanam tanaman buah/sayur, memasak, bertani/berkebun, berternak, memanfaatkan sisa makanan sebagai pupuk dan mengenali mana tanaman di hutan/kebun/taman/jalanan yang dapat dimakan langsung/diolah untuk dimakan?

Sistem kesehatan : Bukankah zat imunisasi bayi banyak sekali zat-zat berbahaya yaitu racun? Mengapa harus mempercayai teori palsu bahwa imunisasi adalah meningkatkan pencegahan terhadap penyakit pada bayi? Mengapa manusia harus makan obat saat sakit yang ternyata diduga kuat adalah haram, sementara ada banyak jalan penyembuhan yang lebih halal dan murah yaitu melalui terapi, makanan bergizi, HEMP Oil, bekam dan lain sebagainya? Mengapa negara memberikan izin edar pada makanan ringan dengan komposisi bahan makanan yang berisi zat berbahaya seperti MSG yang dapat mengurangi kecerdasan otak dan Aspartam, si gula buatan yang dibuat di laboratorium? Bukankah dengan adanya izin edar, manusia diizinkan untuk makan makanan ringan itu? Jika bahan pembuat pasta gigi yaitu fluorida dapat mengurangi kecerdasan dan termasuk zat berbahaya, mengapa pasta gigi berfluorida masih diberikan izin edar hingga saat ini?

Sistem budaya : Islam dan ajaran yahudi ortodoks menyatakan bahwa musik adalah haram. Beberapa ulama/ustadz mengatakan bahwa musik yang lebih baik didengarkan adalah yang mengingatkan pada Allah SWT. Sudahkah melihat industri musik hollywood dan negara negara lainnya termasuk Indonesia? Bukankah jika dilakukan metode back masking saat mendengarkan lagu, kebanyakan lagu akan muncul kalimat penyembahan atau pemujaan pada setan? Bukankah banyak kode-kode terselubung atau subliminal messages pada tren yang dibuat, musik, film dan iklan?

Sistem demokrasi dan ideologi: Bukankah pemimpin pemerintahan hampir di semua negara (semua negara?) adalah orang-orang suruhan yang sudah ditetapkan oleh para elit-elit jahat global? Mungkin, mereka juga merupakan bagian dari penyembah setan di dalam secret society? Ideologi Pancasila di Indonesia, misalnya, apakah benar bahwa Pancasila murni berasal dari pemikiran para founding fathers Indonesia? Mengapa kosakata Pancasila mirip dengan kata “Pancha Sila” di Lumbini, Nepal? Apakah Pancasila sejatinya terinspirasi dari Nepal?

Lebih lanjut :

https://scnscn.wordpress.com/?s=against+global

Pancha Sila, Lumbini - birthplace of the Buddha and Buddhist Temple City - Nepal
  • 2. Dajjal atau Anti Kristus adalah vaksin dan atau plandemi covid 19 ini.

Saya ingin mencoba menebak iseng beberapa hadits tentang Dajjal dan akhir zaman ini dari beberapa situs. Apakah tebakan saya benar? Wallahualam. Saya menggunakan kosakata “dan atau” karena saya masih meragukan apakah ini yang dimaksud bisa saja vaksin, plandemi covid 19 nya atau bahkan keduanya.

“Dr Yusuf Qordhowi dalam kitab Sunnah Rasul menyebutkan Dajjal sebagai sosok yang digunakan Allah SWT untuk menguji hamba-hamba-Nya pada masa penuh fitnah. Dengan hadirnya Dajjal, orang-orang yang benar-benar mengikuti sunah Rasul SAW akan tampak. Begitu pula, siapa pun yang munafik atau kafir akan jelas. Mereka berbondong-bondong menjadi pengikut Dajjal. Sebagaimana diceritakan dalam hadits, di antara kemahiran tipu daya Dajjal ialah kemampuannya menyulap’ kebenaran dengan kebatilan.

Jika dikaitkan dengan Covid-19, Plandemi adalah masa penuh fitnah. Apakah itu adalah fitnah dhuhaima? Orang orang yang sehat dianggap sebagai “orang tanpa gejala” yang dapat mentransmisikan virus. Padahal, Mrs.Kerkhove di WHO pun mengatakan bahwa transmisi tanpa gejala sangat sangat jarang yaitu hanya kurang dari 1%. Saat seseorang divonis alat diagnosis salah semacam RT PCR yaitu positif covid,mereka akan dengan mudah menghakimi orang lain atau suatu tempat. “Oh, kena positif covid karena ketemu si ini si itu atau karena datang ke tempat ini tempat itu”. Sebuah bukti yang berasal dari alat tes covid yang salah. Plandemi covid adalah ujian keimanan bagi manusia untuk tetap percaya pada Allah SWT dan berpasrah diri soal kematian pada-Nya atau mempercayai covid sebagai sesuatu yang berbahaya dengan segala protokol kesehatan dan mengalami ketakutan tingkat tinggi dengan kematian? Orang yang mengikuti sunnah Rasulullah adalah mereka yang tetap menjalankan ibadah wajib dan shalat id di masjid, mengumandangkan azan, berkurban dan merapatkan shaf. Muslim yang munafik? Mereka yang sering berbicara dan melakukan ibadah islam, tetapi juga mempercayai covid dan meninggalkan perintah-Nya bahkan ikut mem-buzzer kan tentang bahaya covid. Berbondong-bondong mengikuti perintah Dajjal? Mengantri vaksin dengan heboh, mengupload foto narsis di media sosial setelah mendapatkan vaksin dan ingin selalu melakukan tes covid, nampaknya termasuk berbondong bondong mengikuti perintah Dajjal. Menyulap kebenaran dengan kebatilan? Covid telah membuat banyak hal atau teori menjadi terbalik seperti semua penyakit seharusnya ada gejala. Kebenaran dalam covid ini sungguh sulit dipahami karena ada campur tangan pihak-pihak tertentu dari pemerintah, pemodal/pengusaha, elit-elit jahat global yaitu World Bank, Rockefeller dan Bill Gates, buzzer, politisi, selebriti, influencer dan media media khususnya media mainstream yang bermain dalam perang psikologis dan perang asimetris khususnya perang informasi untuk menjatuhkan iman, mengganggu pikiran dan meningkatkan kekhawatiran dan ketakutan masyarakat umum. Mereka membolakbalikkan kebohongan menjadi kebenaran. Nampaknya terdapat nilai-nilai komunisme dalam hal plandemi, khususnya sertifikat vaksin.

Lebih lanjut :

Mengenai corona yang menjatuhkan iman, mengganggu pikiran dengan adanya kekhawatiran dan ketakutan masyarakat umum, tersugesti mati lalu akhirnya beneran mati padahal mereka orang baik dan rajin beribadah , saya teringat dengan isi video ini. https://www.youtube.com/watch?v=pgMfguNehJk

 “Rekayasa Dajjal semakin sempurna karena bersamanya ada dukungan materi yang melimpah. Melalui dua hal ini, tipu muslihat dan iming-iming materi Dajjal hadir memperdaya umat manusia. Oleh karena itu, mayoritas pengikut Dajjal adalah mereka yang tidak memiliki kemampuan memilih antara yang hak dan batil. Rasulullah SAW memberi tuntunan ke pada kita untuk menghadapi fitnah Dajjal. Caranya dengan berdoa, memohon kepada Allah SWT. Jangan sok-sokan dengan kemampuan diri sendiri.”

Dukungan materi yang melimpah berasal dari uang buatan elit-elit jahat global khususnya melalui kekuasaan Rothschild. Para pengikut Dajjal, dalam hal plandemi ini, adalah manusia yang tidak dapat membedakan kebenaran dan kebohongan sistematis alias yang hak vs yang batil. Rasulullah memberi tuntunan kepada umat islam untuk menguatkan iman secara religius melalui berbagai ibadah dan tidak hanya menggunakan kemampuan berpikirnya sendiri.

Pesan beliau SAW terkait hal itu ialah segera menyingkir dari cakupan fitnah Dajjal: Siapa yang mendengar keberadaan Dajjal, hendaknya dia menjauh darinya. Sungguh demi Allah! Ada seorang mendatanginya dalam keadaan dia mengira bahwasanya dia itu beriman. Namun, pada akhirnya dia malah menjadi pengikutnya disebabkan syubhat-syubhat yang dia (Dajjal) sampaikan.” (HR Ahmad).Untuk mengantisipasi fitnah Dajjal, Rasulullah mengajarkan tentang amalan-amalan. Misalnya, membaca 10 ayat pertama surah al-Kahfi. Sabda beliau:  “Siapa di antara kalian yang menjumpainya (Dajjal), bacalah di hadapannya pembukaan surat al-Kahfi.” (HR Muslim).

Dalam hal plandemi covid 19, jauhilah Dajjal mungkin bermakna manusia sebaiknya menjauhi tes covid 19 dengan alat diagnosa yang salah, menjauh dari orang yang sedang diduga positif covid dan tidak mengakui kontak fisik atau berinteraksi dengan orang positif covid agar tidak terkena alat tes covid 19. Mungkin, sebaiknya, vaksin covid ini pun dijauhi. Meskipun saya pernah membaca di kelompok online kami bahwa vaksin berbahaya dengan spike protein, mRna atau graphene dioxide sudah disingkirkan pihak pihak tertentu, khususnya elit-elit baik yang disebut yaitu pihak pihak tertentu Freemason, Trump dan orang orang penting di sekitarnya, militer dan intelijen (dan mungkin berbagai kalangan orang orang baik di luar sana yang saya tidak tau siapa). Saya paham bahwa kalian semua bermain dalam carut marut covid 19 ini sedunia, terutama perang psikologis dan perang asimetris khususnya melalui perang informasi. Ada aspek geopolitik juga dalam plandemi covid 19 ini. Terimakasih juga dengan para pemimpin pemerintahan yang telah menolak plandemi covid maupun gugur karena menolak kartel vaksin dan plandemi seperti Mr.John Magufulli dan Mr.Jovenef Moise. Wallahualam. Nothing I can say except May God bless you all.

Manusia yang beriman lalu menjadi pengikut Dajjal mungkin dapat diartikan bahwa manusia tersebut percaya dan beribadah  sesuai syariat kepada Allah SWT di awal hari, lalu, semakin siang dan malam, muslim yang kebingungan melihat berbagai berita tidak logis tentang covid 19 dan mungkin antara percaya tak percaya dengan covid 19, akan terseret meyakini covid 19 dan beribadah dengan protokol dajjal 666 tanpa merapatkan shaf. Padahal, jelas bahwa itu adalah syubhat.Untuk mengantisipasi fitnah, Allah SWT menganjurkan manusia sering membaca dan atau menghafal surat Al Kahfi khususnya 10 ayat pertama dan terakhir. Fitnah covid 19 kah, yang dimaksud?

https://www.bloomberg.com/news/articles/2021-06-08/haiti-is-the-only-country-in-western-hemisphere-without-vaccines

Cara lainnya, yakni memanjatkan doa kepada Allah, yakni setelah selesai tasyahhud akhir atau sebelum salam dalam sholat. (Sumber : https://republika.co.id/berita/qfyaa1320/dajjal-dan-cara-jauhi-tipu-dayanya-menurut-syekh-qaradhawiSelain membaca Al Kahfi, umat muslim juga diminta menjauhi fitnah covid 19 dengan membaca doa ini dalam shalat dimana inti doa ini adalah dijauhkan dari fitnah dajjal dan fitnah dunia.

Wassalamualaikum Wr.Wb

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s